MENDADAK LATIHAN KERAS JELANG AFF! Ivar & Hilgers rela latihan mandiri~John Herdman benahi 3 aspek
Piala AFF selalu menjadi panggung penuh drama, harapan, sekaligus kutukan yang belum terpecahkan bagi sepak bola Indonesia. Namun, menjelang edisi Piala AFF 2026, atmosfer di sekitar Timnas Indonesia terasa sangat berbeda. Ada gelombang profesionalisme baru yang sedang melanda Skuad Garuda, sebuah sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi sekadar ingin berpartisipasi, melainkan datang untuk menjemput mahkota juara yang sudah terlalu lama dinantikan.
![]()
Lihat saja bagaimana dedikasi luar biasa ditunjukkan oleh duo pilar kita di Belanda, Ivar Jenner dan Mees Hilgers. Di saat kompetisi domestik maupun pramusim klub sedang jeda, keduanya menolak untuk bersantai. Alih-alih berlibur, mereka memilih meremas keringat dalam sesi latihan mandiri tingkat elite di lapangan S.V. RAP Amstelveen. Ini bukan sekadar latihan biasa; ini adalah proklamasi kesiapan mental seorang profesional yang tahu betul beratnya beban logo Garuda di dada.
Menariknya, Ivar dan Mees tidak sendirian melahap menu latihan fisik tersebut. Mereka menempa diri bersama mantan bintang papan atas Manchester United, seperti Donny van de Beek dan Timothy Fosu-Mensah. Bagi Mees Hilgers, momen ini sangat krusial untuk mengembalikan kebugaran penuh pasca-cedera lutut yang sempat mengganggunya di FC Twente. Sementara bagi Ivar Jenner, yang baru saja menyelesaikan perjalanannya bersama Dewa United dan dirumorkan siap kembali merantau ke Eropa, intensitas latihan ini menjaga insting bertarungnya tetap tajam.
Semangat menyala yang ditunjukkan para pemain di Eropa ini bak gayung bersambut dengan ketegasan di kursi kepelatihan. Kedatangan arsitek kelas dunia, John Herdman, membawa standar baru yang sangat masif bagi pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali. Pelatih yang sukses membawa tim nasional putra Kanada menembus Piala Dunia 2022 ini tidak main-main dengan targetnya. Herdman datang dengan cetak biru yang jelas, mengubah pola pikir kuno, dan menuntut kedisiplinan total dari setiap pemain yang dipanggilnya.
Melalui evaluasi mendalam, Coach Herdman langsung mengarahkan radar perbaikannya pada tiga aspek krusial: mentalitas, fisik, serta teknik dan taktik. Pembenahan mental ditempatkan pada urutan pertama, sebuah langkah yang sangat tepat mengingat penyakit kronis Timnas Indonesia sering kali runtuh di bawah tekanan psikologis laga-laga final. Herdman ingin menanamkan “mentalitas pembunuh” dan kepercayaan diri bahwa Indonesia adalah raksasa Asia Tenggara yang sesungguhnya.
Tidak berhenti di situ, aspek fisik menjadi fokus kedua yang digembleng tanpa ampun di bawah terik matahari Bali. Turnamen seketat Piala AFF dengan jadwal padat membutuhkan ketahanan tubuh yang luar biasa, dan Herdman memastikan tangki bensin para pemainnya tidak akan habis di tengah jalan. Terakhir, pembenahan teknik dan taktik dilakukan secara mendetail demi memastikan aliran bola sejak menit pertama berjalan dinamis, cair, dan mematikan bagi setiap lawan yang berani menghadang.
Melihat kombinasi epik antara etos kerja mandiri para pemain Eropa seperti Ivar dan Mees, serta tangan dingin John Herdman yang disiplin, optimisme publik sepak bola tanah air kini melambung tinggi. Langkah-langkah konkret ini membuktikan bahwa persiapan menghadapi Piala AFF tidak lagi dilakukan dengan cara-cara instan. Skuad Garuda sedang bertransformasi menjadi sebuah unit tempur yang tangguh secara fisik, dingin secara mental, dan mengerikan secara taktik. Jalan menuju tangga juara memang terjal, namun dengan fondasi sekuat ini, takhta Asia Tenggara bukanlah hal yang mustahil untuk diraih!